Bergabunglah Bersama Kami Dalam Persekutuan yang Hangat, Ibadah yang Hidup, dan Pelayanan yang Berdampak.
Lihat Jadwal IbadahGereja BNKP, sejarahnya bermula dari kedatangan Ludwig Ernst Denninger pada 27 September 1865 yang menandai masuknya Injil di Gunung Sitoli, disusul dengan peristiwa kebangunan rohani Fangesa Dödö pada tahun 1916 yang mempercepat penyebaran kekristenan di seluruh Nias. Momentum ini membawa gereja pada kemandirian organisasi melalui peresmian nama Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) pada 27 September 1936, yang hingga kini terus berkembang menjadi institusi pelayanan luas baik di dalam maupun di luar Pulau Nias.
Di Gereja BNKP, visi utama yang diusung adalah mewujudkan jemaat yang berakar, bertumbuh, dan berbuah di dalam kasih Kristus, yang bermakna bahwa setiap warga jemaat diharapkan memiliki dasar iman yang kokoh pada ajaran Alkitab, mengalami kemajuan kualitas hidup spiritual secara konsisten, serta mampu menghasilkan dampak positif melalui kesaksian hidup yang nyata bagi sesama dan lingkungan sekitarnya.
Misi Gereja BNKP dilaksanakan melalui penguatan kualitas ibadah yang menyentuh seluruh lapisan usia, penyelenggaraan pendidikan agama yang berkelanjutan seperti sekolah minggu dan katekisasi, serta perluasan pekabaran Injil yang menjangkau masyarakat luas baik di dalam maupun di luar Pulau Nias. Selain fokus pada aspek rohani, misi ini juga mencakup aksi nyata diakonia untuk membantu warga yang membutuhkan serta pengembangan tata kelola organisasi yang transparan, profesional, dan mandiri demi kesejahteraan seluruh jemaat.
Julianus Waruwu
Hasamoni Gulo
Sariba Nduru
Di Gereja BNKP, proses ini dimulai dengan baptisan kudus sebagai tanda penyucian dan penerimaan resmi anak-anak ke dalam keluarga Tuhan melalui percikan air suci, yang kemudian dilanjutkan dengan masa katekisasi atau bimbingan belajar iman secara mendalam untuk memahami dasar-dasar Alkitab serta tanggung jawab kekristenan. Seluruh rangkaian ini memuncak pada ibadah peneguhan sidi sebagai bentuk pendewasaan iman, di mana jemaat mengucapkan janji setianya secara mandiri di depan altar dan menerima doa penumpangan tangan dari pendeta agar mereka siap memikul tanggung jawab penuh sebagai anggota jemaat dewasa.
Di Gereja BNKP, proses pemberkatan pernikahan dimulai dengan masa persiapan melalui kelas katekisasi pra-nikah untuk membekali calon mempelai dengan fondasi iman dan tanggung jawab rumah tangga, yang kemudian dilanjutkan dengan pengumuman jemaat selama tiga minggu berturut-turut guna memperoleh dukungan doa serta memastikan transparansi status pernikahan di hadapan publik. Seluruh rangkaian ini memuncak pada ibadah peneguhan dan pemberkatan di altar, di mana pasangan mengucapkan janji setia di hadapan Tuhan dan jemaat yang diakhiri dengan doa penumpangan tangan oleh pendeta sebagai tanda sahnya ikatan suci tersebut secara rohani.
Kegiatan pendidikan agama di Gereja BNKP dirancang sebagai perjalanan iman yang menyatu dengan keseharian jemaat, dimulai dari Sekolah Minggu tempat anak-anak belajar mengenal kasih Tuhan melalui cerita dan lagu ceria, yang kemudian berlanjut ke kelas Katekisasi Remaja sebagai bekal pemahaman iman yang mendalam sebelum mereka dewasa secara rohani. Memasuki kehidupan berkeluarga, jemaat tetap bertumbuh melalui PA Sektor yang diadakan secara bergilir di rumah-rumah warga untuk mendiskusikan penerapan firman Tuhan dalam masalah hidup sehari-hari, sementara seluruh rangkaian pembelajaran sekolah agama ini merangkum semua tahap kehidupan tersebut menjadi satu kesatuan pembinaan karakter yang kuat dan berakar pada identitas budaya.
Pintu Kami Selalu Terbuka Untuk Anda yang Ingin Berkonsultasi, Meminta Dukungan Doa, atau Sekadar Berkunjung.